Kartografi adalah seni, teknik, ilmu pengetahuan, dan teknologi tentang
pembuatan peta yang mencakup studinya sebagai dokumen ilmiah atau yang
berkaitan dengan permukaan bumi. Dari pernyataan tersebut dapat dimengerti
bahwa tugas seorang kartografer adalah membuat peta, merancang peta, yang
meliputi desain simbol, tata letak peta, isi peta dan generalisasi. Berikut
merupakan definisi kartografi dari para ahli :
1.
Menurut
Rystedt
Kartografi
adalah disiplin ilmu yang menyatakan peta dan pemetaan. Menyatukan representasi
dari dua fenomena geografi yaitu geografi dan virtual.
2.
Menurut
Taylor
Kartografi
merupakan organisasi, komunikasi, presentasi, dan pengumpulan geo informasi
dalam bentuk grafis, digital atau dalam bentuk format nyata. Dengan arti lain
,kartografi merupakan pembuatan data spasial yang dapat di akses untuk
menekankan visualnya dan berinteraksi dengan masalah-masalah geospasial.
3.
Menurut
Prihandinto 1989
Kartografi
merupakan ilmu dan teknik pembuatan peta. Dalam perkembangan zaman , pengertian
mengenai kartografi mengalami perubahan. Perubahan itu di pengaruhi oleh :
-
Kenyataan
bahwa kartografi bidang ilmu pengetahuan serta komunikasi dalam perkembangan
adanya teknologi yang lebih mutakhir yaitu komputerisasi.
Perubahan ini merupakan pandangan baru dalam pengunaan
peta itu sendiri.
Periode perkembangan kartografi di dunia
Pada dasarnya perkembangan kartografi
terbagi menjadi 4 fase yaitu: periode kuno, periode pertengahan, periode
renaisance, periode modern , berikut definisinya.
1.
Periode
kuno
Sejarah pembuatan peta pertama di dunia diperdebatkan
oleh para ahli karena tidak adanya bukti yang aktual dari awal pembuatan peta
tersebut. Pembuatan peta pada periode ini dibuat secara manual dengan tangan. Peta
periode kuno ini di buat oleh orang yunani dan china dan mutu ilmiahnya cukup
tinggi.
2.
Periode
pertengahan
Peta di periode pertengahan di pengaruhi oleh aliran
supernaturalisme kristen. Pada waktu ini mereka melukiskan bentuk muka bumi
tidak menurut keberadaan yang sebenarnya namun sesuai dengan jalan pikir aliran
kristen tersebut. Dalam peta tersebut disertai dengan perasaan artistik dan
simbolik. Mereka beranggapan karena bumi ciptaan tuhan, dan tuhan adalah maha
sempurna menurut pandangan mereka masa itu. Karena periode itu dipengaruhi oleh
agama, maka pemetaan mengalami mutu hasil, dan kondisi ini terjadi hingga tahun
800-an pada akhir periode ini telah dimulai ada metode percetakan peta. Mesipun
masih sangat sederhana.
3.
Periode
Renaisance
Pada periode renaisance disinilah terjadi perubahan
mendasar mengenai pemetaan yaitu sekitan tahun 1500-an. Perubahan itu di
pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, (a) adanya kesadaran pembuatan peta
akan makna dari pemetaan terhadap bangsa timur ; (b) orang pembuatan peta mulai
kembali pada prinsip-prinsip kartografi dan geografi ; (c) peta-peta dapat
dicetak dengan cepat dlam jumlah yang besar dan murah, dan ; (d) mereka
menyadari bahwa makna peta ekspansi wilayah yang pesat sangat memelukan
pemetaan.
4.
Periode
Modern
Pada periode modern ada beberapa faktor yang
mempengaruhi perkembangan secara pesat yaitu; (a) mulai tambah perkembangan
logika manusia sehingga sesuatu berdasarkan logika; (b) mulai di temukanya alat
kartografi yang baru, sehingga memudahkan dalam hasil pemetaan yang akurat. (c)
terjadi peperangan dimana-mana jadi sangat diperlukan dalam pembuatan peta
wilayah-wilayah yang akan di targetkan; (d) mulai meluasnya perkembangan
hubungan internasional sangat memerlukan pemetaan untuk mempermudah komunikasi;
(e) pada periode ini mulai ditemukanya teknik foto udara sehingga sangat
mendukung pemetaan pada periode ini.
Sejarah kartografi di indonesia
Awal
mulainya pembuatan peta di nusantara sangat sulit diprediksi karena tidak
adanya bukti yang jelas sejak kapan peta sudah digunakan, mungkin dalam masa
kerajaan di nusantara ilmu pemetaan sudah berkembangan karena dalam suatu
kekuasan kerajaan merupakan wilayah-wilayah yang dibatasi oleh kerajaan lain
atau bahkan jauh sebelum itu terjadi nenek moyang kita sudah membuat peta dan
mengembangkan ilmu pemetaan berupa sebuah goresan di tanah yang digunakan untuk
nomaden dan bahkan untuk mengarungi lautan luas.
Pada penjajahan bangsa eropa ke indonesia di sana
adanya bukti perkembangan kartografi di indonesia . itu di buktikan oleh
pemetaan bangsa belanda dalam memvisualisaikan kepulauan indonesia. Itu merupakan
tolak ukur bagi perkembangan kartografi di indonesia untuk kembangan di masa
itu dan sampai sekarang kartografi berkembang pesat di indonesia, oleh adanya
teknologi berupa satelit yang memproyeksikan nusantara.